IPB Badge

masa-masa TPB

gimana yah???

baru pertama terjun di dunia perkuliahan langsung di paksa masuk asrama lagi, butuh sosialisasi yang plusplusplus banget deh. apalagi sosialisasi sama bidang akademiknya, satu hari satu bab bu.. gimana tuh, pusing-pusing dah…

tapi itulah dunia ku sekarang, mau gak mau ya harus di jalanin. pokoknya di masa TPB wa bil khusus di matrikulasi kimia ni ya harus bener-bener ekstra. dari mulai ekstra RUJAK ( ruhani, uang, jasmani, akademik, dan yang terakhir kangen keluarga)!!!!!!!!!!!!!!!!!

cerita inspirasi MPKMB 47

CERITA INSPIRASI

NAMA            : SISCA CHINTIA

NRP                : D24100013

LASKAR        : 10 (ISMAIL MARZUKI)

DIRI SENDIRI

            Ada satu kisah yang pernah terjadi di dalam hidup saya dan menjadi inspirasi tersendiri untuk diri saya yaitu ketika saya masih duduk di bangku SMA. Waktu SMP, saya adalah pribadi yang manja dan tidak mau capek. Menyadari usia saya yang semakin bertambah, saya memutuskan untuk aktif di berbagai organisasi waktu SMA guna membentuk pribadi yang lebih tangguh dan bertanggung jawab. Waktu itu, saya aktif di berbagai organisasi seperti PASKIBRA, PKS (Patroli Keamanan Sekolah), ROHIS, Sat-gas (Satuan tugas), dan jurnalis.

            Konflik mncul ketika saya menjadi anggota PKS dan Sat-gas. Kedua organisasi itu adalah organisasi yang bergerak di bidang kedisiplinan. Banyak siswa yang tidak suka dengan kami, sering memusuhi kami, bahkan sampai terjadi bangku hantam yang tidak dapat  terhindarkan. Bahkan teman-teman dekat saya, ada beberapa yang menjadi musuh semenjak itu. Padahal kami tidak pernah mencari masalah, tetapi para siswa yang tidak memiliki keteraturan dalam didrinya selalu mencari masalah dengan kami. Sering sekali mereka menjelek- jelekan kami, mengeluarkan kata-kata kotor yang tidak pantas untuk diungkapkan, bahkan sampai tindakan fisik yang tidak memandang antara akhwat dan ikhwan.

            Bagi akhwat seperti saya, kejadian seperti itu sering kali membuat mental saya jatuh. Apalagi dengan pribadi saya yang manja, sempat terlintas dalam benak saya untuk mengundurkan diri dari organisasi tersebut. Tetapi untungnya kakak kelas dan teman-teman saya yang sudah saya anggap seperti keluarga selalu memberikan motivasi dan bantuan moriil lainnya terhadap saya sehingga saya bertahan dan tetap semangat. Tetapi yang sangat membuat saya sedih ialah ketika teman-teman yang telah memberikan motivasi kepada saya itu keluar dikarenakan factor kesehatan dan dukungan oang tua yang kurang mendukung. Dan komandan saya tak pernah bosan mengingatkan kepada saya bahwa kami yang bertahan adalah orang-orang pilihan. Walaupun jumlah kami sedikit, tetapi kontribusi kami untuk sekolah sangatlah besar. Kata-kata motivasi seperti tiu sangat membakar giroh/ semangat saya.

            Ketika saya sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu, saya baru menyadari bahwasanya hidup itu tidak mudah. Banyak sekali rintangan yang menghadang jalan kita mulai dari pasir, kerikil, hingga batu besar. Tetapi justru rintangan seperti itu yang mampu membentuk karakter dan komitmen kita di dalam hidup ini sebagai generasi muda agar lebih teguh dan kukuh. Semua diperoleh bukan dengan jalan yang bertabur bunga dan keindahan. Melainkan dengan jalan yang penuh duri dan cemoohan.

ORANG LAIN

Sesungguhnya seorang wanita mulia yang selalu menjadi inspirasi saya yaitu Siti Khodijah binti Khuwailid. Beliau adalah seorang wanita yang lahir dari keluarga golongan Quraisy tetapi Beliau sama sekali tidak pernah menyembah berhala dalam hidupnya.

Khadijah merupakan wanita kaya dan terkenal. Khadijah bisa hidup mewah dengan hartanya sendiri. Walaupun keluarga terdekat Khadijah tidak menyetujuipernikahannya dengan Rasul, Namun Khadijah sudah tertarik oleh kejujuran, kebersihan dan sifat-sifat istimewa Muhammad ini, sehingga ia tidak mempedulikan segala kritikan dan kecaman dari keluarga dan kerabatnya.

Khadijah yang juga seorang yang cerdas, mengenai ketertarikannya kepada Muhammad mengatakan, “Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Iran dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk.

”Sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk Islam. Sepanjang hidupnya bersama Muhammad, Khadijah begitu setia menyertainya dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, ia pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluannya. Seandainya Muhammad agak lama tidak pulang, Khadijah akan melihat untuk memastikan keselamatan suaminya. Sekiranya Muhammad khusyuk bermunajat, Khadijah tinggal di rumah dengan sabar sehingga Muhammad pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, beliau coba sekuat mungkin untuk mententram dan menghiburkan, sehingga suaminya benar-benar merasai tenang. Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama.

Dalam banyak kegiatan peribadatan Muhammad, Khadijah pasti bersama dan membantunya, seperti menyediakan air untuk mengambil wudhu. Muhammad menyebut keistimewaan terpenting Khadijah dalam salah satu sabdanya, “Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.” Subhanallah. Sungguh pengabdian seorang isteri yang amat luar biasa.